Bab tiga, gelang perak
Malam itu, setelah dia pergi, aku duduk sendirian dan berpikir untuk waktu yang lama. Pikirkan tentang apa? Pikirkan tentang pertunangan, pikirkan tentang nasib yang belum pernah aku hadapi, tapi aku harus menerimanya. Kenapa aku harus menikahinya? Dia baik, lebih baik daripada kebanyakan orang saat ini. Tapi pertanyaannya tidak ada di sini. Pertanyaannya adalah mengapa harus. Kenapa tak ada yang tanya apa aku mau? Mengapa orang dewasa minum dan tos dan memutuskan seluruh hidupku? Mengapa kita a...